Apple kini mewajibkan pengguna iPhone dan iPad di Inggris untuk memverifikasi usia mereka melalui kartu kredit atau pemindaian ID resmi dengan pembaruan perangkat lunak terbaru (iOS 26.4). Langkah ini bertepatan dengan peningkatan pengawasan terhadap keamanan online anak-anak, dan pemungutan suara kritis di House of Lords Inggris mengenai aturan akses media sosial yang lebih ketat.
Pemeriksaan Zaman Baru dan Filter Konten
Raksasa teknologi tersebut menyatakan bahwa proses verifikasi dirancang untuk memastikan bahwa pengguna memenuhi persyaratan usia untuk mengakses layanan tertentu. Jika pengguna gagal memverifikasi usianya sebagai 18 tahun ke atas, filter konten web otomatis akan diaktifkan, sehingga membatasi akses berdasarkan perkiraan kelompok usia. Pengguna Apple yang tidak dapat memverifikasi harus terhubung ke grup keluarga berbagi yang dikelola oleh orang dewasa dengan usia yang dikonfirmasi.
Debat Parlemen dan Pembatasan Media Sosial
Tindakan ini terjadi di tengah perdebatan sengit di Parlemen Inggris. Rekan-rekan di House of Lords sedang bersiap untuk mempertimbangkan kembali proposal yang dapat memblokir anak di bawah 16 tahun mengakses platform yang dianggap berbahaya. Amandemen tersebut, yang sudah didukung oleh DPR, didorong oleh para orang tua yang berduka dan menginginkan perlindungan yang lebih kuat bagi anak-anak.
“Kerusakan yang ditimbulkan media sosial terhadap anak-anak kita semakin meningkat dari hari ke hari.” – Tuan Nash.
Uji coba yang melibatkan ratusan remaja ini akan menguji dampak larangan media sosial, batasan waktu, dan jam malam. Kritikus, seperti Lord Nash, menuduh konsultasi pemerintah mengenai potensi pelarangan dilakukan secara terburu-buru dan bias terhadap manfaat yang dirasakan dari media sosial.
Tren Industri dan Tekanan Peraturan yang Lebih Luas
Verifikasi usia Apple tidak terisolasi. Seluruh industri teknologi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk melindungi anak di bawah umur secara online. Regulator media Inggris, Ofcom, memuji langkah Apple sebagai “kemenangan nyata bagi anak-anak dan keluarga,” yang menandakan penerimaan yang lebih luas terhadap tindakan pembatasan usia.
Konsultasi Pemerintah mengenai potensi pelarangan media sosial, yang meniru pendekatan Australia, akan berakhir pada tanggal 26 Mei, dan hasilnya kemungkinan besar akan menentukan kebijakan keamanan digital di masa depan.
Perkembangan ini menggarisbawahi tren regulasi online yang lebih ketat yang dirancang untuk melindungi pengguna muda dari konten berbahaya dan praktik predator. Kombinasi inisiatif perusahaan teknologi dan tindakan parlemen menunjukkan bahwa Inggris mengambil sikap tegas terhadap keamanan digital anak-anak.





























