India Bergerak untuk Membatasi Kecepatan Pengiriman Ekstrim dalam Perdagangan Cepat

17

Kementerian Tenaga Kerja India mengambil tindakan untuk mengatasi masalah keselamatan pekerja di sektor perdagangan cepat yang berkembang pesat. Para pejabat telah bertemu dengan perusahaan terkemuka seperti Blinkit (Zomato), Instamart (Swiggy), dan Zepto, mendesak mereka untuk menghilangkan janji waktu pengiriman 10 menit. Langkah ini mencerminkan meningkatnya tekanan untuk melindungi pekerja gig dari kondisi kerja yang tidak berkelanjutan dan berpotensi membahayakan.

Bangkitnya Pengiriman Sangat Cepat

Model pengiriman 10 menit, meskipun gagal mendapatkan daya tarik di banyak pasar, popularitasnya meledak di India. Konsumen perkotaan dengan cepat beradaptasi dengan harapan akan akses instan terhadap barang-barang mulai dari barang elektronik hingga bahan makanan. Untuk memenuhi permintaan ini, perusahaan telah banyak berinvestasi di “dark store” – gudang dengan lokasi strategis yang dirancang untuk pemenuhan cepat – dan membangun armada pengiriman dalam jumlah besar.

Reaksi Pekerja dan Masalah Keselamatan

Pertumbuhan agresif ini harus dibayar mahal. Pekerja pengiriman menghadapi tekanan besar untuk memenuhi tenggat waktu yang tidak realistis, yang menyebabkan peningkatan risiko di jalan dan memburuknya kondisi kerja. Pada akhir bulan Desember, lebih dari 200.000 pekerja pertunjukan melakukan protes di kota-kota besar di India, menuntut upah yang lebih baik, jaminan sosial, dan perlindungan terhadap sistem penalti otomatis.

Seperti yang dicatat oleh Prabir Jha, CEO Prabir Jha People Advisory, “Model penyampaian yang sangat cepat, yaitu 10-15 menit, secara signifikan mengubah profil risiko dan stres dari pekerjaan pertunjukan.” Tuntutan akan kecepatan secara langsung berarti stres yang lebih tinggi dan potensi bahaya bagi mereka yang berada di lapangan.

Intervensi Pemerintah dan Peraturan Baru

Intervensi Kementerian Tenaga Kerja ini mengikuti undang-undang baru-baru ini yang memberikan status hukum kepada jutaan pekerja pertunjukan dan platform. Undang-undang baru ini mengharuskan perusahaan untuk menyumbangkan 1-2% dari pendapatan tahunan mereka ke dana jaminan sosial yang dikelola pemerintah, mengingat semakin pentingnya tenaga kerja ini.

Blinkit telah menghapus janji pengiriman 10 menitnya, dan pesaing diharapkan untuk mengikutinya. Langkah ini menandakan pergeseran ke arah prioritas kesejahteraan pekerja dibandingkan kecepatan pengiriman yang ekstrim.

Gambaran Lebih Besar

Gig economy di India sangat besar dan terus berkembang. Dengan mempekerjakan 7,7 juta pekerja pada tahun 2020-21, diperkirakan akan mencapai 23,5 juta pada tahun 2029-30. Angka-angka ini menggarisbawahi pentingnya menangani standar ketenagakerjaan di sektor ini. Tindakan pemerintah baru-baru ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dengan kesejahteraan tenaga kerja.

Penolakan terhadap pengiriman dalam waktu 10 menit adalah sebuah sinyal yang jelas: model bisnis yang tidak berkelanjutan akan dievaluasi kembali jika model tersebut mengorbankan keselamatan manusia dan praktik ketenagakerjaan yang adil.