Motorola Razr Fold: Ponsel Lipat yang Berfokus pada Produktivitas

3

Motorola telah meluncurkan Razr Fold di CES 2024, menandai perubahan signifikan dalam strategi perangkat lipatnya. Daripada meninjau kembali desain ponsel flip nostalgia model Razr sebelumnya, Razr Fold baru diposisikan sebagai alat produktivitas yang kuat. Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas di pasar perangkat lipat: perusahaan kini mencoba menjadikan perangkat ini lebih dari sekadar produk baru.

Desain dan Tampilan

Razr Fold membedakan dirinya dengan desain bergaya buku. Saat ditutup, menyerupai smartphone konvensional berkat layar eksternal berukuran besar 6,6 inci. Membukanya memperlihatkan layar LTPO 2K 8,1 inci yang ditujukan untuk multitasking. Hal ini menjawab tantangan utama perangkat lipat: kegunaan saat dilipat dan dibuka.

Integrasi dan Ekosistem AI

Motorola banyak mengintegrasikan platform AI barunya, Motorola Qira, di seluruh perangkat Razr Fold dan Lenovo. Fitur seperti “Catch Me Up” dan “Next Move” dirancang untuk memberikan pengingat dan saran proaktif tanpa perlu terus-menerus berpindah aplikasi. Hal ini mencerminkan semakin besarnya penekanan pada AI pada perangkat sebagai pembeda dalam bidang ponsel pintar. Platform Qira bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih lancar di seluruh produk Motorola dan Lenovo, sebuah langkah yang dapat meningkatkan loyalitas merek.

Kamera dan Fitur Tambahan

Razr Fold menawarkan sistem kamera kelas atas, termasuk pengaturan belakang tiga kali lipat 50MP dengan lensa telefoto periskop. Ia juga dilengkapi kamera selfie internal dan eksternal khusus dan mendukung perekaman video Dolby Vision. Khususnya, Motorola telah menyertakan dukungan stylus, yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut menargetkan para profesional dan pengguna tingkat lanjut yang menginginkan lebih banyak dari perangkat lipat mereka.

Edisi Khusus dan Ketersediaan di Masa Mendatang

Selain Razr Fold standar, Motorola juga menampilkan Edisi Piala Dunia FIFA 2026 dengan branding khusus dan penyesuaian perangkat lunak. Detail harga dan rilis masih dirahasiakan, tetapi Motorola telah menjelaskan bahwa mereka bertujuan agar Razr Fold menjadi bergaya dan praktis.

Ponsel yang dapat dilipat ini merupakan respons langsung terhadap keterbatasan upaya sebelumnya pada layar fleksibel. Dengan berfokus pada produktivitas dan integrasi AI, Motorola berupaya menjadikan Razr Fold sebagai perangkat yang benar-benar berguna, bukan sekadar eksperimen mahal.