Bagaimana Sebenarnya Philo Farnsworth Menemukan TV Elektronik

12

Sejarah menyukai narasi yang rapi. Mereka ingin kita percaya bahwa Vladimir Zworykin, insinyur yang didukung RCA, melahirkan televisi sendirian. Itu adalah kebohongan yang nyaman. Kebenarannya lebih berantakan, lebih tajam, dan jauh lebih bersifat Amerika. Masukkan Philo T. Farnsworth.

Lahir di Beaver, Utah, pada tahun 1906, Farnsworth bukanlah orang yang suka bekerja di laboratorium. Dia adalah seorang anak petani. Saat membajak sawah, ia memperhatikan barisan tanah menyerupai garis piksel. Visual itu macet. Pada tahun 1927, di usianya yang baru 21 tahun, ia mengirimkan gambar pertama menggunakan sarana elektronik murni. Tidak ada disk mekanis. Tidak ada roda yang berputar. Hanya elektron.

Apa itu Image Dissector dan mengapa itu penting?

Kebanyakan orang belum mengetahui yang namanya Image Dissector. Anda harus. Itu adalah senjata besar Farnsworth. Tabung kamera elektronik yang benar-benar berfungsi. Pada tahun 1930, dia telah menyempurnakannya untuk dipamerkan di kompetisi.

Dia mendemonstrasikannya untuk Vladimir Zworykin dari Radio Corporation of America (RCA). Farnsworth mengira itu adalah pertukaran peer-to-peer. Dia salah. RCA melihat paten yang bisa mereka curi, atau setidaknya kubur.

Hal ini memicu perang hukum yang terjadi pada tahun 1930-an. Farnsworth menggugat RCA. RCA menggugat balik. Kedua belah pihak mengklaim mereka menemukan televisi elektronik. Pengadilan ikut terlibat. Dunia teknologi menahan napas.

Apakah Farnsworth memenangkan perang paten melawan RCA?

Semacam itu. Pada tahun 1939, RCA setuju untuk membayar royalti Farnsworth. Mereka menandatangani perjanjian lisensi paten. Itu adalah kemenangan parsial. Tapi lihat waktunya.

Pada tahun yang sama, 1939, RCA meluncurkan sistem televisi pertama yang sukses secara komersial. Mereka punya uang. Mereka punya distribusinya. Mereka memiliki mesin PR. Farnsworth memiliki kredit paten, namun ia kekurangan modal untuk mengembangkannya.

Dia membuktikan konsepnya. Mereka menjual produknya.

Farnsworth kemudian mematenkan penemuan lainnya. Banyak dari mereka yang brilian. Tapi dia tidak pernah menghasilkan banyak uang. Dia tidak pernah mendapat pujian utama karena menciptakan televisi dalam imajinasi publik. Zworykin melakukannya. RCA melakukannya.

Ini adalah kasus klasik tentang siapa yang membangun vs. siapa yang menjual. Farnsworth membuat mesinnya. RCA membuat mobilnya. Dan sejarah cenderung mengingat dealernya.

Mengapa kita lebih mengingat pemenang pertarungan bisnis dibandingkan orang yang berhasil membuat ilmu fisika berhasil? Mungkin kita harus memikirkan kembali bagaimana kita menghargai inovasi. Atau mungkin kita hanya menyukai cerita yang lebih baik.